News Fef, Tambrauw – Perkumpulan Himpunan Pengusaha Orang Mbaham Matta (PHP OBAMA) meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Fakfak untuk secara terbuka mengumumkan data jumlah Orang Asli Papua (OAP), khususnya suku Mbaham Matta.

Permintaan ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRK Fakfak pada Jumat, 11 Juli 2025. Data tersebut dinilai penting sebagai pijakan utama pelaksanaan program pemerintah, termasuk yang didanai dari Dana Otonomi Khusus (Otsus).
3 Data Penting yang Diminta PHP OBAMA
-
Jumlah OAP Mbaham Matta (OBAMA) di Kabupaten Fakfak
-
Jumlah OBAMA yang bergerak di berbagai bidang usaha (UMKM, nelayan, petani, dsb.)
-
Jumlah OBAMA yang telah memiliki rumah dan yang belum memiliki rumah layak huni
Demi Efektivitas Program Rumah Layak Huni
Ketua Bidang Organisasi PHP OBAMA, Yanpith Kambu, menegaskan bahwa data valid sangat penting untuk memastikan program seperti 3 Juta Rumah Layak Huni dan Program ALADIN (Atap, Lantai, Dinding) dari Bupati Samaun Dahlan dapat tepat sasaran.
Baca Juga : OBAMA Serahkan 12 Tuntutan ke DPRK Fakfak, Berikut Penjelasan Yanpith Kambu
“Kami minta data yang terbuka dan akurat. Tidak mungkin program Otsus bisa optimal kalau basis datanya lemah. Ini menyangkut hak dasar masyarakat OBAMA,” jelas Yanpith.
Usul Sensus dan Basis Pajak Baru
Selain data dasar, PHP OBAMA juga mengusulkan adanya sensus lokal yang meliputi:
-
Kepemilikan rumah
-
Jumlah pelaku usaha
-
Status pekerjaan warga OBAMA
Langkah ini bertujuan meningkatkan jumlah wajib pajak lokal, menciptakan sistem perpajakan yang lebih inklusif dan adil, serta memperkuat struktur ekonomi daerah. Dengan demikian, potensi pendapatan daerah dapat dimaksimalkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, kesejahteraan masyarakat, dan stabilitas keuangan regional.
“Kalau bantuan dan program pemerintah benar-benar ingin berpihak, ya harus berdasarkan data. Kita harus pastikan tidak ada yang tertinggal, terutama warga OBAMA Fakfak,” tegas Yanpith.
















