Tambrauw – Lautan Jemaah Hadiri Langit malam Pasuruan terasa berbeda. Sejuk, tenang, dan penuh gema doa. Ribuan jemaah memadati lapangan utama dalam rangka Gebyar Selawat Hari Santri Nasional 2025, menciptakan lautan manusia yang tak hanya hadir untuk bershalawat, tapi juga untuk menyatu dalam semangat cinta Tanah Air dan cinta Rasul.
Acara yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan ini menjadi magnet spiritual dan budaya, membuktikan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni — tapi pengingat identitas bangsa yang kokoh oleh perjuangan para kiai, ulama, dan santri.
Shalawat Menggema, Langit Seolah Turut Mengamininya

Baca Juga : Pelaku Penembakan Husain Dalam Mobil di Polman Ditangkap
Dipimpin langsung oleh Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dan Majelis Dzikir Pasuruan Bershalawat, suasana berubah haru saat ribuan jemaah melantunkan selawat bersama. Lapangan seolah berubah menjadi lautan putih — jemaah mengenakan pakaian muslim, peci, sarung, dan mukena.
“Kami bershalawat bukan hanya untuk meneladani Nabi, tapi juga mendoakan negeri ini agar tetap damai dan bersatu,” ujar Ustaz M. Fikri, salah satu panitia acara.
Dari Santri, Untuk Negeri
Momentum Hari Santri tahun ini mengangkat tema “Jihad Santri Jayakan Negeri”, menegaskan kembali peran penting para santri dalam sejarah kemerdekaan dan pembangunan bangsa.
Bupati Pasuruan dalam sambutannya mengatakan, peringatan ini bukan nostalgia semata, melainkan juga komitmen untuk menghidupkan nilai-nilai keislaman yang toleran, ramah, dan cinta NKRI.
“Santri hari ini bukan hanya jago ngaji, tapi juga bisa jadi pemimpin, inovator, dan penjaga moral bangsa,” katanya di hadapan lautan hadirin.
Bukan Sekadar Acara, Tapi Gerakan Kultural
Selain selawat akbar, acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan hadrah tradisional, pertunjukan seni santri, dan bazar UMKM lokal. Anak-anak kecil hingga kakek-nenek larut dalam suasana hangat, membuktikan bahwa semangat santri melintasi usia dan status sosial.
Banyak jemaah mengabadikan momen ini dengan ponsel mereka, menyebarkannya ke media sosial dengan tagar:
Makna Hari Santri Tak Pernah Usang
Hari Santri diperingati setiap 22 Oktober untuk mengenang Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari pada 1945. Resolusi itu menjadi pemicu perlawanan rakyat melawan penjajah — menjadikan santri sebagai bagian dari garda depan kemerdekaan.
Kini, semangat jihad itu diterjemahkan dalam bentuk pengabdian, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Di tengah hiruk pikuk zaman dan tantangan global
















