Tambrauw – Deretan Pensiunan Tentara Fenomena menarik tengah menjadi sorotan publik dalam tubuh Badan Geostrategis Nasional (BGN), sebuah lembaga negara yang belakangan aktif mengurusi urusan Mineral dan Bahan Galian (MBG).
Dalam beberapa tahun terakhir, posisi-posisi strategis di BGN banyak diisi oleh para pensiunan tentara, khususnya dari matra darat.
Struktur organisasi BGN kini menunjukkan dominasi figur militer, baik di level pimpinan pusat hingga ke direktorat-direktorat teknis yang membawahi proyek MBG.
Data internal BGN menunjukkan setidaknya tujuh pejabat tinggi di badan tersebut berlatar belakang militer aktif atau purnawirawan dengan pangkat minimal kolonel.

Baca Juga : Purbaya & 11 Menteri Merapat ke Kantor Airlangga, Bahas Paket 8+4+5
Salah satu yang paling menonjol adalah Letjen (Purn) R. Sudirman yang menjabat sebagai Kepala BGN sejak tahun 2022.
Di bawah kepemimpinannya, BGN mengalami pergeseran orientasi dari sekadar lembaga pemantau geostrategis menjadi pelaksana teknis proyek-proyek MBG berskala nasional.
Tak hanya Sudirman, nama-nama lain seperti Brigjen (Purn) Taufik Rachman dan Kolonel (Purn) M. Yusuf juga menduduki posisi penting dalam penanganan proyek MBG.
Hal ini memunculkan tanda tanya di kalangan publik dan pengamat tata kelola pemerintahan: mengapa urusan teknis seperti MBG dikelola oleh para eks-militer?
Beberapa pihak menyebut bahwa latar belakang kedisiplinan, jaringan luas, dan kemampuan manajerial menjadi alasan utama rekrutmen para pensiunan tentara ini.
Namun, sebagian lainnya menilai bahwa dominasi militer dalam lembaga sipil justru berisiko menggerus profesionalitas dan transparansi, khususnya dalam sektor strategis seperti pertambangan.
MBG sendiri merupakan sektor yang sangat penting, baik dari sisi ekonomi maupun geopolitik.
Pengelolaan MBG menyangkut isu-isu besar seperti ketahanan energi, keamanan lingkungan, dan kedaulatan sumber daya alam.
Di sinilah muncul kekhawatiran bahwa pendekatan ala militer bisa menimbulkan konflik kepentingan dan mempersempit ruang partisipasi publik.
Proyek-proyek MBG yang dikelola BGN meliputi eksplorasi, pemetaan, hingga rekomendasi pengelolaan wilayah-wilayah kaya mineral seperti nikel, emas, hingga logam tanah jarang.
Salah satu proyek besar yang ini
















